Tag Archives: DTE

Teknik Evaluasi (2)

2. Formal Evaluation (Evaluasi Formal)

Suatu pendekatan evaluasi yang menggunakan metoda-metoda deskriptif untuk menghasilkan informasi-informasi yang valid dan reliable tentang hasil-hasil dari suatu kebijaksanaan.

Evaluasi formal didasarkan pada program-program  / kebijaksanaan yang secara resmi telah dicanangkan pemerintah.
  • Asumsi

Tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan merupakan ukuran keberhasilan pelaksanaan program / kebijaksanaan.

  • Metode

Untuk menghasilkan informasi yang valid dan reliable, ditempuh dengan cara :

– Merunut legislasi
– Merunut dokumen-dokumen program
– Interview dengan penyusun kebijaksanaan atau administrator program
  • Sasaran Interview
– Mengidentifikasi tujuan dan sasaran program
– Mendefinisikan tujuan dan sasaran program
– Menspesifikasi tujuan dan sasaran program
  • Kriteria Evaluasi
– Effectiveness
– Efficiency
  • Tipe Evaluasi Formal
1. Summative Evaluation

  Upaya untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Umumnya untuk mengetahui program yang relatif sudah “baku” atau stabil.

 2. Formative Evaluation

  Upaya untuk mengevaluasi pelaksanaan program secara kontinyu. Umumnya untuk mengevaluasi program yang relatif “baru” dan dinamis.  Program seperti itu biasanya merupakan program yang belum pernah dilaksanakan pada periode sebelumnya.

  • Derajat Kontrol

1. Direct
Kontrol yang dilakukan langsung diarahkan pada input dan teknis pelaksanaan program. Umumnya, pihak yang melakukan kontrol merupakan pihak internal dalam program tersebut

2. Indirect
Kontrol dilakukan oleh pihak yang tidak terkait secara langsung dalam teknis pelaksanaan program. Bentuk kontrol ini tidak memandang hal teknis namun lebih kepada hasil yang didapatkan dari program.

Klasifikasi Evaluasi Formal

Advertisements

Teknik Evaluasi (1)

Berhubung baru saja melaksanakan UTS (Ujian Tengah Semester), saya akan mencoba mereview mata kuliah Teknik Evaluasi Perencanaan dan semoga bermanfaat :)

Teknik evaluasi dalam perencanaan secara garis besar terbagi dalam 3 pendekatan, yaitu :

1. Pseudo Evaluation

2. Formal Evaluation

3. Decision Theoretic Evaluation (DTE)

——————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. Pseudo Evaluation (Evaluasi Semu)

Suatu pendekatan evaluasi yang bersandarkan pada informasi/data yang bersifat self-evident dan tidak kontroversial, bersifat monitoring dan juga tidak dikaitkan secara spesifik dengan sistem nilai seseorang/ sekelompok orang.

Monitoring merupakan suatu prosedur analitis yang digunakan untuk menghasilkan informasi tentang sebab-akibat dari kebijakan publik.  (Dunn, Public Policy Analysis, hlm. 335)

  • Fungsi Monitoring :

a. Compliance

Menentukan apakah hasil/output dari program sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.

b. Auditing

Mengetahui apakah manfaat dari program telah sampai pada kelompok sasaran yang diinginkan.

c. Accounting

Mengetahui apakah hasil pelaksanaan program telah mampu meningkatkan kualitas kehidupan sosial – ekonomi.

d. Explanation

Menjelaskan perbedaan hasil dari beberapa program yang berbeda

  • Informasi untuk Monitoring :

a. Makronegatif Information

Menjelaskan sebab – akibat secara umum dan menggunakan data agregat untuk menunjukan mengapa sebuah program tidak berhasil.

b. Mikropositif Information

Menunjukan program mana yang berhasil dengan baik dan dalam situasi seperti apa.

  • Pendekatan Monitoring :

a. Social System Accounting

Pendekatan melalui penggunaan  sejumlah metoda yang memungkinkan untuk memonitor perubahan-perubahan kondisi sosial selama kurun pelaksanaan program baik secara objektif maupun subjektif.

b. Social Experimentation

Proses pendekatan secara sistematis memanipulasi pelaksanaan kebijakan dalam suatu cara yang memungkinkan untuk menjawab (kurang lebih) sumber / variabel mana yang menimbulkan perubahan.

c. Social Auditing

Pendekatan yang secara eksplisit memantau hubungan antara input, proses, output dan akibat lanjutan sebagai upaya untuk merunut secara lebih terinci proses pelaksanaan kebijaksanaan.

d. Research and Practice Synthesis

Pendekatan monitoring yang secara sistematis melakukan kompilasi, perbandingan dan penilaian terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan untuk melaksanakan suatu kebijakan publik. Dilakukan suatu riset mendalam untuk melihat kelemahan/kelebihan pelaksanaan program.
  • Karakter Monitoring :
a. Policy Relevant Outcomes
Melihat hasil dari pelaksanaan kebijakan.
b. Goal Focused
Melihat apakah hasil pelaksanaan kebijakan telah memenuhi harapan.
c. Change Oriented
Melihat apakah pelaksanaan kebijakan berhasil membuat perubahan–perubahan positif.
d. Cross Classification
Melihat hubungan sebab – akibat antara variabel kebijakan dengan output tertentu.
e. Objective as well as Subjective Measures
Objective  —> berdasarkan data dari sumber material sekunder
Subjective  —> berdasarkan survey primer terhadap penerima hasil program
Bersambung…