🏃🏃
Easy pace, easy run. 1 minggu menjelang tamasya di Bali. Fokus utk persiapan mental, tidur cukup, makan yg bener, dan inget, ini TA MA SYA.
Semoga bisa finish strong 🙏
.
.
.
.
.
(runner.id/blog/cat/training-by-dedeh/post/cara-tepat-tapering/?utm_source=Newsletter%20Maybank&utm_medium=Email&utm_campaign=Newsletter%20Maybank%202016/%2008/%2018)

View on Path

Advertisements

[The Rabbaanians]

Ust. Subhan Bawazier
Tema : “Kau Ikat Keduanya”

– Harus ada korelasi antara meminta ampun pada Allah dengan apa yang Allah perintahkan, karena sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak berdosa.

– Bulan Ramadhan kemarin menjadi bulan pengampunan. Allah janji akan menghapus dosa yang telah lampau bagi orang yang berpuasa/beriman.

– Ramadhan mudah di jalankan karena banyak juga yang melakukannya, iman kita stabil, dan Alhamdulillah bisa penuh.

– Lalu, jika sudah masuk idul fitri apakah berarti kita menjadi suci? Tidak, karena memang pada dasarnya tidak ada yang ma’sum

– Kalau kita belum tau dahsyatnya neraka dan indahnya surga, belum berilmu, belum terlalu memperdalam agama, akan sulit bagi kita untuk taubat. Jika tidak taubat, masih berlumur dosa, pasti hati kita pun akan sulit untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan.

– Puasa Syawal yang 6 hari rasanya jauh lebih berat daripada puasa Ramadhan yang 30 hari, kenapa? Karena kalau kita tidak paham apa tujuan dari puasa 30 hari di tambah puasa 6 hari di Bulan Syawal, pasti akan ada alas an untuk menunda2 puasa syawal. Bisa juga karena puasa syawal tidak semua nya melakukannya, banyak yang memilih tidak puasa karena sunnah. Atau bisa jadi karena setannya udah lepas?

– Beruntunglah mereka yang khusyuk dalam sholatnya karena mereka beriman, mereka paham kenapa mereka sholat.

– Efek ibadah orang yang bena2 beribadah  Allah penuhi hatinya dengan cinta kepada Allah.

– Mereka yang berpuasa Ramadhan juga akan nampak bahagia/gembira wajahnya pada saat berbuka karena paham tujuan dari Ramadhan itu sendiri.

– Masa lalu mu itu bukan untuk di cemooh. Harus di tangisi, mohon ampun karena kemungkinan kecil kau akan berbuat baik jika masih berlumur dosa.

– Dalam Sirah Nabawi, Rasul pun tetap bertutur kata lembut kepada pamannya
(https://itsthemessage.wordpress.com/2013/02/11/sirah-nabawi-part-6-seandainya-matahari-di-tangan-kananku-bulan-di-tangan-kiriku/)

– Jadi harus ada jelas, harus diikat keduanya, antara taubat dari dosamu  mengikuti perintah Allah
– Bagaimana cara minta ampun? Banyak, diantaranya :
1. Sayyidul istigfar pagi dan petang.
2. Membaca “Allahumma innaka afuwun tuhibbul afwa fa’ fu anna/ni”
3. Membaca doa Nabi Yunus
“Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazhalimiin”
4. Membaca doa Nabi Adam
“Rabbanaa dzalamnaa anfusana wa inlam tagfirlanaa wa tar hamnaa lanakuu nanna minal khaa si riin
– Bisa jadi kita tidak berbuat salah tapi karena kita, banyak orang yang berbuat salah

– Ada kisah saat Rasul berisra mi’raj melihat penghuni neraka. Ada penghuni neraka yang dibanting hingga keluar ususnya sampai2 penghuni neraka lainnya melihat apa yang terjadi. Para penghuni neraka itu bertanya kepada Allah ttg si fulan.
Ya Rabb, Semasa hidupnya fulan telah melakukan kebaikan tapi mengapa ada fulan ususnya terburai di Neraka?

– Pada hari kiamat akan ada orang yang dicampakkan di dalam neraka. Ia disiksa dengan usus yang terburai dan mengelilingi usus itu layaknya keledai yang mengelilingi penggilingan. Inilah hukuman bagi orang yang memerintahkan kepada kebaikan tetapi tidak melakukannya.

– Melihat hal tersebut, para penghuni neraka bertanya kepada orang itu, apa yang terjadi dengan dirinya. Mereka heran karena ketika di dunia orang itu telah mengajarkan kebaikan pada banyak orang, termasuk mereka yang bertanya akan hal ini.

– Kemudian orang itu menjawab bahwa ketika di dunia, ia memang menyuruh mereka berbuat baik dan meninggalkan perbuatan maksiat. Tapi ia sendiri tidak melakukan kebaikan itu dan justru melakukan perbuatan maksiat yang dilarangnya pada orang lain. Inilah ancaman bila tidak mengamalkan ilmu.
Sunber : (http://palingyunik.blogspot.co.id/2015/12/orang-ini-mengitari-ususnya-yang.html)

– Biasakan anak kecil untuk rajin beribadah, tidak perlu dengan dalil dulu, biasakan mereka dulu. Karena sesungguhnya agama itu asyik, tidak memberatkan.

– Bahkan dulu, saat zaman sahabat Rasul, banyak orang yang non-muslim hanya dengan melihat wajah para sahabat saja, mau masuk islam. Kenapa bisa? Karena akhlak yang ditunjukkan oleh sahabat Rasul, dengan perbuatan dan ucapan. Rapikan dirimu maka orang lain akan merepitisi.

– Jangan menghakimi orang lain yang baru mau hijrah, jangan merasa hebat dengan apa yang udah di dapat, kita harus semangati mereka

– Carilah teman yang selalu mengingatkan mu dalam kebaikan, yang insya Allah akan menolong mu nanti di akhirat.

– Taubat itu ada rukun dan syaratnya. Kita harus tinggalin yang pernah kita lakukan (yang berakibat dosa), tangisi dosamu itu, jangan diulangi, dan hijrahlah.

– Tau dari mana taubat diterima? Memang kita tidak tau, kalau kita tau, justru kita akan berbuat dosa lagi. Tapi kita harus yakin bahwa Allah akan mengampuni (Pembahasan berikutnya mengenai ilmul, ainul, dan haqqul yaqin)

– Allah pun berjanji, “wahai hambaku, asalkan engkau tidak syirik kepadaKu, Aku akan ampuni dosamu walaupun seluas langit dan bumi”

Wallahu ‘alam bishawab.
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam merangkum.

Rangkuman oleh : Z

Barakallahufiikum.

======================
“Berilmulah sebelum beramal dan sampaikan walau hanya 1 ayat.”

Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru

Rabu, 3 Agustus 2016 / 29 Syawal 1437H

View on Path

3. Barat

Mendengar info tentang Jakarta Ultra 100 beberapa bulan sebelum pelaksanaannya (28-29 November 2015), sempet ada keinginan pengen ikutan kategori full (100K), tapi ya ngga pernah latian ya sebelumnya, jadi di tunda dulu kali ya mimpinya.

Akhirnya mulai ceritalah tentang keinginan untuk ikut Jakarta Ultra 100 ini ke Kak Riska. Bak gayung tersambut, kita berdua setuju untuk ikutan event ini. Awalnya mau relay berdua (masing-masing 50K), tapi ya sekali lagi, ngga pernah latian ya, akhirnya kita pilih kategori paling gampang, relay berempat (masing-masing 25K). Singkat cerita, team relay pun terbentuk dengan formasi 4-4-2 (ngga deng), terbentuk dengan formasi tim yaitu Ibu guru Ruth, Paketu Ronnie, Kk Riska, dan saya sendiri. Tapiii beberapa minggu sebelum race, ternyata bu guru ngga bisa ikutan karena 1 dan lain hal.

Oke, harus cari ganti secepatnya.

Dan ngga lama, didapatlah penggantinya, Om Dodi. Semua nampak lancar sampai 2 hari sebelum race, Om Dodi dinyatakan ngga bisa ikut race karena kondisi yang kurang fit.

Jujur aja, dalam hati udah hampir pasrah kalo ternyata ngga jadi lari. Eits tapi ternyata langsung dapet penggantinya, Ci Santih (si Princess Ultra Woman).

Hari H (28-29 November 2015)

Kumpul jam 5 di fX Sudirman lantai 4 karena mau nonton JKT48. Untuk persiapan cek perlengkapan wajib bagi para pelari, baik team relay maupun solo runner. Rame banget yang ikutan Jakarta Ultra 100 ini(WOW!!). Atmosfer ini juga yang ngebakar semangat untuk bisa segera memulai race (baca: ngga sabar banget sampe pengen pipis).

Race sendiri dimulai jam 18.30, dan urutan lari team relay KRunners dimulai oleh pelari pertama kita, Ci Santih, dengan jalur lari ke arah Jakarta Timur (fX-Bandara Halim Perdanakusuma-fX). Ci Santih memilih jadi pelari pertama karena besoknya (Hari Minggu) harus ikut race lagi di Kemayoran (baca: League Grip The Road 2015). Luar biasa yaaa… Dan Ci Santih pun finish strong dengan catatan waktu 3 jam 2x menit. (Congrats!)

Pelari kedua, Kk Riska, start jam 22.00, dengan jalur lari ke arah Jakarta Selatan (fX-Pondok Indah Mall-fX). Jam 23.00, saya udah nunggu giliran lari di fX, kali aja jam 00.00 udah harus lari ye kan (tapi ngga mungkin sih ya ahaha). Nunggu dan menunggu, ku menunggumu dengan sabar, tidur-tiduran di lobby fX, di lobby Theater JKT48, di QQ Kopitiam, dan akhirnya terakhir tidur di sofa nan empuk Wendys (terima kasih Wendys, tidurku pun jadi pulas). Jam 00.15, Kk Riska telfon dan bilang kalo udah otw balik lagi ke fX setelah dari check point (CP) di PIM. Langsung bangun dari sofa empuk itu dan pemanasan kecil-kecilan (padahal lari nya masih lama). Jam 00.45, ada Novi dan Om Jerry yang dateng untuk ngasih support walau cuma sebentar (karena paginya mereka harus ikut race di Kemayoran) tapi terima kasih banyak jadi ngga ngantuk-ngantuk amat. Jam 01.45, masih menunggu dengan gelisah karena sudah hampir 4 jam, namun batang hidungnya belum terlihat. Oh, dimanakah kau berada Kk Riska? Apa kau baik-baik saja? Sedang apa disana?

Jam 02.00, Kk Riska datang! Yeah!

(Tapi raut wajahnya seperti menahan sakit). Gue tanya dong “Kenapa?”

“Abis jatoh, tiarap, di belokan situ tuh (nunjuk tempat orang jualan buah pas CFD)”

“Hah?” lalu ngakak. (sampe sekarang juga masih ketawa kalo diinget2, tanya orangnya sendiri ya kenapa bisa gitu)

Oke, giliran gue lari. Jam 02.15. Arah lari ke Jakarta Barat (fX-Kantor Walikota Jakarta Barat-fX). Selama 6km pertama, nemenin Pak Sumitro (Monas Runners, yang ngambil kategori full alias 100k di usianya yang udah ngga muda lagi), beliau bilang santai saja, ngga usah buru-buru, pake pace 9-10 juga aman kok. Beliau mulai lari karena niat dari diri sendiri untuk berhenti sebagai perokok berat (3-4 bungkus per hari). Awalnya susah untuk berhenti total dari merokok tapi dia pengen hidup sehat dan pengen liat anak-anaknya sukses.

Setelah 6km nemenin Pak Mitro, jam udah menunjukkan pukul 03.20, dan Pak Mitro pun bilang untuk jalan aja duluan karena beliau mau duduk dulu. Oke, langsung ngebut~~~. Selama lari ke barat mencari kitab suci, banyak banget tantangannya, mulai dari truk besar yang mau masuk tol Jakarta-Merak, perbaikan jalan, geng motor, dsb.

Jam 04.10, masuk CP di sekitar Kantor Walikota Jakarta Barat. Pas banget CP ini ada di depan mesjid, jadi Alhamdulillah bisa sholat subuh dan istirahat dulu. Abis ishoma ternyata udah jam 04.35, udah cukup istrihatnya, lanjut lari lagi. 2km dari CP, sempet ketemu Om Yok yang udah mulai jalan kaki karena harus hemat tenaga untuk 25k terakhir ke arah Jakarta Utara. (Omyok memang luar biasa!!!!).

Matahari udah mulai terbit, masih malu-malu karena ketutup awan mendung dengan sedikit gerimis. Tepat jam 05.45, di atas Jembatan Simprug, matahari pun terlihat dengan jelasnya. “Selamat pagi Jakarta”, kata gue sambil bermandikan keringat dan jadi terlihat kinclong & bling-bling bak Edward Cullen.

Sebelum sampe di fX, ketemu Ko William Lesmana, pelari yang juga ngambil kategori full. Keliatan udah jalan kaki dan menahan sakit karena blister di kedua kakinya, beliau bilang untuk DNF (Did Not Finish) karena memang udah ngga sanggup. Tapi bagi gue, udah luar biasa banget, semaleman full lari dengan total jarak yang udah ditempuh sejauh 75km. (Wow!) Dan terakhir, ketemu Kk Patricia yang abis longrun Pejaten-fX, tadinya gue udah mulai nyerah, lelah, lutut sakit, tapi karena Kk Patricia tiba-tiba muncul, semangat pun kembali menggelora dan segala sakit yang ada di badan pun hilang seketika. Terima kasih Kk Pat. Lol.

Alhamdulillah tepat jam 06.00, sampe juga di fX, finish strong dengan total waktu tempuh 3 jam 38 menit. Di lobby fX juga udah ditunggu oleh Paketu (sebagai pelari keempat di team relay KRunners) dan Kk Riska (pelari kedua yang tiarap didepan belokan fX menjelang finish -tetep harus ada cerita ini :)))).

Thank you so much buat Team Relay KRunners untuk semua-muanya mulai dari persiapan dan sebagainya, untuk KRunners atas dukungannya walaupun ada yang ikut League Grip The Road 2015, Teh Javana Candi2Candi di Yogyakarta, Pertamina Eco Run. Kalo kata buketu, I love you all from top to toe, to the moon and back, inside out, till shin splint do us apart.

#JakartaUltra100 #FeelTheMadness #KRunners #NotJustRunningWeAreFamily

timbeasiswa

Detail informasi dan Ketentuan:
– Beasiswa ini akan diberikan kepada tiga kategori: S1 sebesar 18 juta, S2 sebesar 24 juta, S3 sebesar 30 juta
– Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi.
– Peserta akan diminta untuk mengirimkan proposal skripsi, tesis, dan disertasinya.
– Dewan redaksi Mizan akan melakukan seleksi awal, dari proposal terpilih kemudian akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para pakar dan tokoh.
– Para pemenang, memiliki kesempatan hasil karya tulisnya akan diterbitkan oleh Mizan.
– Batas waktu hingga 30 Juni 2013
Berikut formulir pendaftarannya >> http://mizan.com/news_det/beasiswa-mizan-kembali-diluncurkan.html

sumber : http://mizan.com/news_det/beasiswa-mizan-kembali-diluncurkan.html

salam beasiswa,
Tim Beasiswa KM-ITB 2012/2013
twitter : @TimBeasiswa

View original post