[The Rabbaanians]

Ust. Subhan Bawazier
Tema : “Kau Ikat Keduanya”

– Harus ada korelasi antara meminta ampun pada Allah dengan apa yang Allah perintahkan, karena sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak berdosa.

– Bulan Ramadhan kemarin menjadi bulan pengampunan. Allah janji akan menghapus dosa yang telah lampau bagi orang yang berpuasa/beriman.

– Ramadhan mudah di jalankan karena banyak juga yang melakukannya, iman kita stabil, dan Alhamdulillah bisa penuh.

– Lalu, jika sudah masuk idul fitri apakah berarti kita menjadi suci? Tidak, karena memang pada dasarnya tidak ada yang ma’sum

– Kalau kita belum tau dahsyatnya neraka dan indahnya surga, belum berilmu, belum terlalu memperdalam agama, akan sulit bagi kita untuk taubat. Jika tidak taubat, masih berlumur dosa, pasti hati kita pun akan sulit untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan.

– Puasa Syawal yang 6 hari rasanya jauh lebih berat daripada puasa Ramadhan yang 30 hari, kenapa? Karena kalau kita tidak paham apa tujuan dari puasa 30 hari di tambah puasa 6 hari di Bulan Syawal, pasti akan ada alas an untuk menunda2 puasa syawal. Bisa juga karena puasa syawal tidak semua nya melakukannya, banyak yang memilih tidak puasa karena sunnah. Atau bisa jadi karena setannya udah lepas?

– Beruntunglah mereka yang khusyuk dalam sholatnya karena mereka beriman, mereka paham kenapa mereka sholat.

– Efek ibadah orang yang bena2 beribadah  Allah penuhi hatinya dengan cinta kepada Allah.

– Mereka yang berpuasa Ramadhan juga akan nampak bahagia/gembira wajahnya pada saat berbuka karena paham tujuan dari Ramadhan itu sendiri.

– Masa lalu mu itu bukan untuk di cemooh. Harus di tangisi, mohon ampun karena kemungkinan kecil kau akan berbuat baik jika masih berlumur dosa.

– Dalam Sirah Nabawi, Rasul pun tetap bertutur kata lembut kepada pamannya
(https://itsthemessage.wordpress.com/2013/02/11/sirah-nabawi-part-6-seandainya-matahari-di-tangan-kananku-bulan-di-tangan-kiriku/)

– Jadi harus ada jelas, harus diikat keduanya, antara taubat dari dosamu  mengikuti perintah Allah
– Bagaimana cara minta ampun? Banyak, diantaranya :
1. Sayyidul istigfar pagi dan petang.
2. Membaca “Allahumma innaka afuwun tuhibbul afwa fa’ fu anna/ni”
3. Membaca doa Nabi Yunus
“Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazhalimiin”
4. Membaca doa Nabi Adam
“Rabbanaa dzalamnaa anfusana wa inlam tagfirlanaa wa tar hamnaa lanakuu nanna minal khaa si riin
– Bisa jadi kita tidak berbuat salah tapi karena kita, banyak orang yang berbuat salah

– Ada kisah saat Rasul berisra mi’raj melihat penghuni neraka. Ada penghuni neraka yang dibanting hingga keluar ususnya sampai2 penghuni neraka lainnya melihat apa yang terjadi. Para penghuni neraka itu bertanya kepada Allah ttg si fulan.
Ya Rabb, Semasa hidupnya fulan telah melakukan kebaikan tapi mengapa ada fulan ususnya terburai di Neraka?

– Pada hari kiamat akan ada orang yang dicampakkan di dalam neraka. Ia disiksa dengan usus yang terburai dan mengelilingi usus itu layaknya keledai yang mengelilingi penggilingan. Inilah hukuman bagi orang yang memerintahkan kepada kebaikan tetapi tidak melakukannya.

– Melihat hal tersebut, para penghuni neraka bertanya kepada orang itu, apa yang terjadi dengan dirinya. Mereka heran karena ketika di dunia orang itu telah mengajarkan kebaikan pada banyak orang, termasuk mereka yang bertanya akan hal ini.

– Kemudian orang itu menjawab bahwa ketika di dunia, ia memang menyuruh mereka berbuat baik dan meninggalkan perbuatan maksiat. Tapi ia sendiri tidak melakukan kebaikan itu dan justru melakukan perbuatan maksiat yang dilarangnya pada orang lain. Inilah ancaman bila tidak mengamalkan ilmu.
Sunber : (http://palingyunik.blogspot.co.id/2015/12/orang-ini-mengitari-ususnya-yang.html)

– Biasakan anak kecil untuk rajin beribadah, tidak perlu dengan dalil dulu, biasakan mereka dulu. Karena sesungguhnya agama itu asyik, tidak memberatkan.

– Bahkan dulu, saat zaman sahabat Rasul, banyak orang yang non-muslim hanya dengan melihat wajah para sahabat saja, mau masuk islam. Kenapa bisa? Karena akhlak yang ditunjukkan oleh sahabat Rasul, dengan perbuatan dan ucapan. Rapikan dirimu maka orang lain akan merepitisi.

– Jangan menghakimi orang lain yang baru mau hijrah, jangan merasa hebat dengan apa yang udah di dapat, kita harus semangati mereka

– Carilah teman yang selalu mengingatkan mu dalam kebaikan, yang insya Allah akan menolong mu nanti di akhirat.

– Taubat itu ada rukun dan syaratnya. Kita harus tinggalin yang pernah kita lakukan (yang berakibat dosa), tangisi dosamu itu, jangan diulangi, dan hijrahlah.

– Tau dari mana taubat diterima? Memang kita tidak tau, kalau kita tau, justru kita akan berbuat dosa lagi. Tapi kita harus yakin bahwa Allah akan mengampuni (Pembahasan berikutnya mengenai ilmul, ainul, dan haqqul yaqin)

– Allah pun berjanji, “wahai hambaku, asalkan engkau tidak syirik kepadaKu, Aku akan ampuni dosamu walaupun seluas langit dan bumi”

Wallahu ‘alam bishawab.
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam merangkum.

Rangkuman oleh : Z

Barakallahufiikum.

======================
“Berilmulah sebelum beramal dan sampaikan walau hanya 1 ayat.”

Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru

Rabu, 3 Agustus 2016 / 29 Syawal 1437H

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s