3. Barat

Mendengar info tentang Jakarta Ultra 100 beberapa bulan sebelum pelaksanaannya (28-29 November 2015), sempet ada keinginan pengen ikutan kategori full (100K), tapi ya ngga pernah latian ya sebelumnya, jadi di tunda dulu kali ya mimpinya.

Akhirnya mulai ceritalah tentang keinginan untuk ikut Jakarta Ultra 100 ini ke Kak Riska. Bak gayung tersambut, kita berdua setuju untuk ikutan event ini. Awalnya mau relay berdua (masing-masing 50K), tapi ya sekali lagi, ngga pernah latian ya, akhirnya kita pilih kategori paling gampang, relay berempat (masing-masing 25K). Singkat cerita, team relay pun terbentuk dengan formasi 4-4-2 (ngga deng), terbentuk dengan formasi tim yaitu Ibu guru Ruth, Paketu Ronnie, Kk Riska, dan saya sendiri. Tapiii beberapa minggu sebelum race, ternyata bu guru ngga bisa ikutan karena 1 dan lain hal.

Oke, harus cari ganti secepatnya.

Dan ngga lama, didapatlah penggantinya, Om Dodi. Semua nampak lancar sampai 2 hari sebelum race, Om Dodi dinyatakan ngga bisa ikut race karena kondisi yang kurang fit.

Jujur aja, dalam hati udah hampir pasrah kalo ternyata ngga jadi lari. Eits tapi ternyata langsung dapet penggantinya, Ci Santih (si Princess Ultra Woman).

Hari H (28-29 November 2015)

Kumpul jam 5 di fX Sudirman lantai 4 karena mau nonton JKT48. Untuk persiapan cek perlengkapan wajib bagi para pelari, baik team relay maupun solo runner. Rame banget yang ikutan Jakarta Ultra 100 ini(WOW!!). Atmosfer ini juga yang ngebakar semangat untuk bisa segera memulai race (baca: ngga sabar banget sampe pengen pipis).

Race sendiri dimulai jam 18.30, dan urutan lari team relay KRunners dimulai oleh pelari pertama kita, Ci Santih, dengan jalur lari ke arah Jakarta Timur (fX-Bandara Halim Perdanakusuma-fX). Ci Santih memilih jadi pelari pertama karena besoknya (Hari Minggu) harus ikut race lagi di Kemayoran (baca: League Grip The Road 2015). Luar biasa yaaa… Dan Ci Santih pun finish strong dengan catatan waktu 3 jam 2x menit. (Congrats!)

Pelari kedua, Kk Riska, start jam 22.00, dengan jalur lari ke arah Jakarta Selatan (fX-Pondok Indah Mall-fX). Jam 23.00, saya udah nunggu giliran lari di fX, kali aja jam 00.00 udah harus lari ye kan (tapi ngga mungkin sih ya ahaha). Nunggu dan menunggu, ku menunggumu dengan sabar, tidur-tiduran di lobby fX, di lobby Theater JKT48, di QQ Kopitiam, dan akhirnya terakhir tidur di sofa nan empuk Wendys (terima kasih Wendys, tidurku pun jadi pulas). Jam 00.15, Kk Riska telfon dan bilang kalo udah otw balik lagi ke fX setelah dari check point (CP) di PIM. Langsung bangun dari sofa empuk itu dan pemanasan kecil-kecilan (padahal lari nya masih lama). Jam 00.45, ada Novi dan Om Jerry yang dateng untuk ngasih support walau cuma sebentar (karena paginya mereka harus ikut race di Kemayoran) tapi terima kasih banyak jadi ngga ngantuk-ngantuk amat. Jam 01.45, masih menunggu dengan gelisah karena sudah hampir 4 jam, namun batang hidungnya belum terlihat. Oh, dimanakah kau berada Kk Riska? Apa kau baik-baik saja? Sedang apa disana?

Jam 02.00, Kk Riska datang! Yeah!

(Tapi raut wajahnya seperti menahan sakit). Gue tanya dong “Kenapa?”

“Abis jatoh, tiarap, di belokan situ tuh (nunjuk tempat orang jualan buah pas CFD)”

“Hah?” lalu ngakak. (sampe sekarang juga masih ketawa kalo diinget2, tanya orangnya sendiri ya kenapa bisa gitu)

Oke, giliran gue lari. Jam 02.15. Arah lari ke Jakarta Barat (fX-Kantor Walikota Jakarta Barat-fX). Selama 6km pertama, nemenin Pak Sumitro (Monas Runners, yang ngambil kategori full alias 100k di usianya yang udah ngga muda lagi), beliau bilang santai saja, ngga usah buru-buru, pake pace 9-10 juga aman kok. Beliau mulai lari karena niat dari diri sendiri untuk berhenti sebagai perokok berat (3-4 bungkus per hari). Awalnya susah untuk berhenti total dari merokok tapi dia pengen hidup sehat dan pengen liat anak-anaknya sukses.

Setelah 6km nemenin Pak Mitro, jam udah menunjukkan pukul 03.20, dan Pak Mitro pun bilang untuk jalan aja duluan karena beliau mau duduk dulu. Oke, langsung ngebut~~~. Selama lari ke barat mencari kitab suci, banyak banget tantangannya, mulai dari truk besar yang mau masuk tol Jakarta-Merak, perbaikan jalan, geng motor, dsb.

Jam 04.10, masuk CP di sekitar Kantor Walikota Jakarta Barat. Pas banget CP ini ada di depan mesjid, jadi Alhamdulillah bisa sholat subuh dan istirahat dulu. Abis ishoma ternyata udah jam 04.35, udah cukup istrihatnya, lanjut lari lagi. 2km dari CP, sempet ketemu Om Yok yang udah mulai jalan kaki karena harus hemat tenaga untuk 25k terakhir ke arah Jakarta Utara. (Omyok memang luar biasa!!!!).

Matahari udah mulai terbit, masih malu-malu karena ketutup awan mendung dengan sedikit gerimis. Tepat jam 05.45, di atas Jembatan Simprug, matahari pun terlihat dengan jelasnya. “Selamat pagi Jakarta”, kata gue sambil bermandikan keringat dan jadi terlihat kinclong & bling-bling bak Edward Cullen.

Sebelum sampe di fX, ketemu Ko William Lesmana, pelari yang juga ngambil kategori full. Keliatan udah jalan kaki dan menahan sakit karena blister di kedua kakinya, beliau bilang untuk DNF (Did Not Finish) karena memang udah ngga sanggup. Tapi bagi gue, udah luar biasa banget, semaleman full lari dengan total jarak yang udah ditempuh sejauh 75km. (Wow!) Dan terakhir, ketemu Kk Patricia yang abis longrun Pejaten-fX, tadinya gue udah mulai nyerah, lelah, lutut sakit, tapi karena Kk Patricia tiba-tiba muncul, semangat pun kembali menggelora dan segala sakit yang ada di badan pun hilang seketika. Terima kasih Kk Pat. Lol.

Alhamdulillah tepat jam 06.00, sampe juga di fX, finish strong dengan total waktu tempuh 3 jam 38 menit. Di lobby fX juga udah ditunggu oleh Paketu (sebagai pelari keempat di team relay KRunners) dan Kk Riska (pelari kedua yang tiarap didepan belokan fX menjelang finish -tetep harus ada cerita ini :)))).

Thank you so much buat Team Relay KRunners untuk semua-muanya mulai dari persiapan dan sebagainya, untuk KRunners atas dukungannya walaupun ada yang ikut League Grip The Road 2015, Teh Javana Candi2Candi di Yogyakarta, Pertamina Eco Run. Kalo kata buketu, I love you all from top to toe, to the moon and back, inside out, till shin splint do us apart.

#JakartaUltra100 #FeelTheMadness #KRunners #NotJustRunningWeAreFamily

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s