Sudden Cardiac Death

Secara epidemiologi kematian alami secara mendadak pada umumnya berhubungan dengan serangan jantung. Di bidang kardiologi, kematian mendadak sering diistilahkan “Sudden Cardiac Death”.

Sindrom Sudden Cardiac Death didefinisikan sebagai kematian alami yang timbul secara mendadak (sekitar 1 jam setelah serangan) pada pasien yang mempunyai/tidak penyakit jantung sebelumnya dan kematian yang muncul tidak diperkirakan sebelumnya.

Serangan jantung mendadak menyerang anak-anak dan remaja, biasanya tanpa peringatan. Kondisi jantung cenderung tidak terdeteksi dan sering menampakkan diri selama aktivitas fisik. Dalam hal serangan jantung, respon yang cepat dan penggunaan awal dari suatu defibrillator eksternal otomatis (DEO) sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan bertahan hidup.

Menurut American Heart Association, penggunaan awal dari DEO – perangkat portable yang menganalisis irama jantung dan memberikan kejutan listrik untuk membangun kembali normal detak jantung- dapat meningkatkan kesempatan untuk bertahan hidup sebesar 20 persen atau lebih. Setiap menit yang berlalu sebelum kembali jantung ke irama normal mengurangi kesempatan untuk bertahan hidup sebesar 10 persen. Pasien yang menerima CPR [resusitasi cardiopulmonary] dan kejutan defibrilator dalam waktu tiga menit untuk sebuah serangan jantung mendadak memiliki peluang terbaik untuk bertahan hidup.

Sayangnya, banyak sekolah yang tidak dilengkapi dengan DEO. Seharusnya pemerintah cepat tanggap dan responsif bekerja sama untuk membantu menginformasikan dan menyediakan DEO kepada orang tua dan pendidik tentang pentingnya penanganan yang harus dipersiapkan untuk situasi kritis.

Ada juga istilah cardiac arrest yaitu curah jantung berhenti secara mendadak akibat dari ventrikuler fibrilasi, ventrikuler asistol dan irama idioventrikuler agonal. Cardiac arrest ini berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 yaitu :

Primary cardiac arrest : penyebabnya murni dari jantung yang menimbulkan aritmia

Secondary cardiac arrest : penyebabnya di luar jantung bisa karena gangguan respirasi arau sirkulasi.

Sudden Cardiac Death

Menurut jurnal yang saya temukan yang dikutip dari buku “Hust’s The Heart” edisi 12 , penyebab Sudden Cardiac Death yang bersumber dari penyakit jantung antara lain :

Usia ≤ 35 tahun

Kardiomiopati hipertropi (48%), kardiomiopati idiopatik (18%), kelainan koroner (14%), Penyakit jantung koroner (10%), rupture aorta (7%), tidak dapat dijelaskan (3%)

Usia ≥ 35 tahun

Penyakit jantung koroner (80%), kardiomiopati hipertropi (5%), penyakit jantung katup (5%), prolap katup mitral (5%), tidak dapat dijelaskan (5%).

Faktor risiko untuk tejradinya Sudden Cardiac Death antara lain :

Usia lanjut, laki-laki, ada riwayat penyakit jantung koroner, hipertensi, gagal jantung, dislipidemia (hiperkolesterolemia), kegemukan, merokok, alkohol, ada riwayat keluarga yang mengalami Sudden Cardiac Death, jantung membesar (dilihat dari EKG dan Chest X- ray)

Faktor-faktr pemicu Sudden Cardiac Death :

Perubahan saraf otonom : respon simpatik meningkat, parasimpatik menurun

Abnormalitas elektrolit (sering pada hipokalemia dan hipomagnesemia)

Aktivitas fisik yang berlebihan

Stress mental

Toksik obat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s